Browse By

Monthly Archives: October 2014

Belajar Leadership dari Bapak Para Nabiyullah Ibrahim a.s.

Alhamdulillah, tepat pada hari Kamis, 30 Oktober 2014, sebelum kelas pertama Islamic Leadership Academy batch 2 dimulai, guru dan pembina organisasi Young Islamic Leaders, Ustadz Bachtiar Nasir, membahas tadabbur Surah Al-Baqarah ayat 124. “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu Ibrahim menyempurnakannya.

5 Hal Yang Bisa Kamu Pelajari Dari Walikota Termuda di Dunia

Pada tahun 2012, Bashaer Othman yang pada saat itu baru berusia 15 tahun terpilih menjadi Wali Kota Allar (populasi: 8000 jiwa) di tepi barat Palestina. Ia terpilih seleksi program Pemberdayaan Kaum Muda Palestina untuk menjadi Wali Kota selama 2 bulan di bawah pengawasan dan pembimbingan

Dibuka Kelas Kepemimpinan Islam

Indonesia adalah negara yang besar. Negeri yang tersusun dari gugusan 17.000 pulau membentang dari Sabang hingga Merauke. Luasnya negeri ini tidak mungkin dibangun kecuali dengan persatuan intelektual dan kepemimpinan yang kuat, berkarakter, berdaya saing global dan memahami betul situasi sosial masyarakatnya yang beraneka ragam. Oleh

Bung Karno dan Makam Imam Bukhari di Samarkhand

“SAYA mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak,” tegas Bung Karno suatu kali kepada Uni Sovyet. Nikita Sergeyevich Khrushchev—Pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet 1961) balik bertanya, “Apa syarat yang Anda ajukan?” Bung Karno menjawab, “Temukan makam Imam

Syahid Dihantam Palu Arit: Terorisme ala PKI

  Lembaran sejarah Indonesia tergores pengalaman yang amat mengerikan dengan komunisme melalui Partai Komunis Indonesia (PKI). Aksi keji PKI menciptakan genangan darah umat Islam di Indonesia. Sabtu Pon, 18 September 1948, pukul 03.00 dini hari, tiga letusan pistol ditandai sebagai isyarat dimulainya pemberontakan bersenjata PKI

No Thumbnail

Pancasila dan Demokrasi Asli Indonesia

Pernah kita bertanya kenapa negara ikon demokrasi seperti Amerika, Inggris dan Australia menerapkan pemilu secara tidak langsung (sistem perwakilan)? Mari sama-sama belajar agar rakyat Indonesia cerdas dengan tidak menghabiskan energi saling membully. Bukankah saling respek meski berbeda pendapat itu justru esensi demokrasi? Rakyat Australia memilih