Browse By

5 Hal Yang Bisa Kamu Pelajari Dari Walikota Termuda di Dunia

Basher-Othman02

Pada tahun 2012, Bashaer Othman yang pada saat itu baru berusia 15 tahun terpilih menjadi Wali Kota Allar (populasi: 8000 jiwa) di tepi barat Palestina. Ia terpilih seleksi program Pemberdayaan Kaum Muda Palestina untuk menjadi Wali Kota selama 2 bulan di bawah pengawasan dan pembimbingan dari wali kota terpilih Sufian Shadid.

Dari antara pemuda lainnya yang ikut seleksi, Bashaer terpilih karena kompetensinya dalam membentuk visi dan misi yang jelas untuk kemaslahatan rakyat, wawasannya yang luas mengenai kenegaraan, politik, sosial, ekonomi, dan pengalaman kepemimpinannya di sebuah organisasi kepemudaan di sekolahnya. Nah, hal-hal itulah yang juga harus disiapkan oleh kita-kita yang ingin mengikuti jejaknya. Hal apalagi yang bisa kita pelajari dari gadis cantik yang terbukti lebih matang dari usianya ini? Yuk simak ulasan di bawah ini.

1.     Pemuda Harus Inisiatif

Bashaer menceritakan bahwa ia mendapatkan kesempatan menjadi Wali Kota ini adalah karena para pemuda di kota tempat tinggalnya menuntut hak untuk memimpin kota. “Jika pemuda tidak meminta, maka tidak akan diberi,” ujarnya. Dalam wawancara yang dikutip oleh situs ini Bashaer menyatakan bahwa pemuda harus berani mengambil resiko, memecah kebuntuan, dan meminta kesempatan. Pemuda harus berani menunjukkan kepada generasi tua Palestina bahwa mereka mampu. Apalagi ketika adanya anggapan dari generasi terdahulu bahwa pemuda belum layak untuk memimpin. “Padahal 60 % penduduk Palestina adalah para pemuda,” cetus wanita kelahiran 24 Agustus 1996 ini.

 

2.     Pemuda Harus Melakukan Terobosan

Dalam waktu 2 bulan, waktu yang cukup singkat, ternyata Bashaer mampu melakukan banyak terobosan. Ia menentukan masalah yang menurutnya prioritas untuk diselesaikan, yaitu salah satunya ketersediaan lapangan pekerjaan. “Saya keliling ke beberapa negara luar. Sepulang dari sana saya mengajak para investor serta meyakinkan mereka agar mau berinvestasi di palestina. Hasilnya lumayan, ada tiga proyek yang saya dapatkan, dan saya pikir itu akan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya dalam wawancara dengan situs Kompas.com yang bisa kamu baca di sini. Selain itu, di situs ini disebutkan ia juga berhasil membangun taman kota dan sebuah sistem pertahanan sipil yang lebih aplikatif.

 

3.     Pemuda Harus Percaya Diri Akan Kemampuannya Jika Itu Untuk Kemaslahatan Umat

Bashaer mengaku masalah tersulit yang harus ditanganinya adalah melayani rakyat Palestina dalam masalah hukum. “Sebenarnya mereka sudah tahu hukum, tetapi biasanya mereka tidak puas jika tidak langsung bertanya kepada wali kota, jadi saya harus sabar melayani mereka. Kesulitan yang saya alami adalah bisa memuaskan seluruh rakyat, juga saat membuat rakyat menjalani ketentuan Dewan Kota. Beruntungnya, saya punya kemampuan komunikasi yang bagus sehingga bisa mudah menjawab pertanyaan dari mereka.” Ia juga mengatakan bahwa ia tidak pernah merasa takut untuk memimpin karena itu semua adalah untuk kemaslahatan umat. Konflik dengan Israel pun tidak menjadi halangan. “Saya hanya ingin menjadi inspirasi generasi muda Palestina bahwa konflik bisa melahirkan pemimpin-pemimpin andal. Saya ingin pemuda Palestina punya sikap dan membangun peradaban mereka,” tandasnya dalam wawancara di media ini.

 

4.     Pemuda Harus Punya Kemauan Belajar dan Meraih Pencapaian Yang Lebih Tinggi

Gadis ini mengaku tadinya buta sama sekali tentang dunia pemerintahan. Namun ia belajar dengan cepat dengan bantuan para wakil rakyat yang duduk di Dewan Kota dan sang walikota yang sesungguhnya, Sufian Shadid. Dengan kecerdasannya ia mampu melatih dirinya mengambil keputusan. “Ini bukan jabatan formalitas. Saya punya kewenangan penuh,” tegasnya dalam wawancara di situs ini. Menjadi walikota membuatnya yakin bahwa ia ingin berkarir di bidang politik. Bahkan, lewat wawancara dengan media ini ia mengungkapkan ia ingin mengulang pengalaman yang sama, namun di level yang lebih tinggi, yaitu misalnya sebagai Menteri. Begitulah selayaknya seorang pemuda, selalu siap belajar cepat dan punya keinginan meraih pencapaian yang lebih tinggi lagi dari kemarin.

 

5.     Pemuda Islam Harus Tetap Rendah Hati dan Menjalankan Ajaran Agama

Di tengah prestasinya dan terobosan yang ia lakukan selama dua bulan, Bashaer tetap rendah hati. Ia menyatakan senang dengan jabatannya karena hal itu adalah pengalaman pertamanya memimpin kota, namun ia juga mengaku tetap khawatir bahwa apa yang dihasilkan tidaklah sesuai harapan. Selain itu, ketika ditanya oleh media ini apakah ia mempunyai pacar, ia menjawab dengan tegas bahwa Islam tidak memperbolehkan hubungan laki-laki dan perempuan tanpa status pernikahan, apa pun bentuk hubungan itu. “Generasi muda Islam pun tidak seharusnya memikirkan hal itu. Generasi muda Islam harus cerdas membangun peradaban dan kemajuan bangsanya,” tandasnya.

By: @MelitaRahmalia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *