Browse By

APII Ingin Menjadi “Tukang Jahit” Persatuan Pemuda

apii_1

MENUJU sebuah pencerahan memang banyak proses yang perlu diperjuangkan. Dalam sebuah pergerakan pun sama, adanya sinergi pemahaman baik melalui alim ulama maupun pemuda sebagai objek dan subyek zaman, perubahan, dan keilmuan itu sendiri.

Young Islamic Leaders, bersama dengan Aliansi Pemuda Islam Indonesia (APII) dalam rangka mengajak para pemuda Indonesia untuk bersinergi, telah mengadakan talkshow pemuda 2 hari yang lalu (3/03/2014) dengan judul “Kekuatan Media dan Kepemimpinan Pemuda Islam di Indonesia” di Lt. 2 Islamic Book Fair 2014, di Istora Senayan Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, redaktur Khazanah Trans 7 Rizky menjelaskan bahwa acaranya memiliki misi menjadi acara tv rujukan ensiklopedia dunia Islam.

“Tantangannya besar, yang diliput harus benar-benar real terjadi di lapangan dan sejauh ini kami masih survive baik secara bisnis (tuntutan produser tentang rating) maupun secara konten (konsisten pada aqidah ahlussunnah wal jamaah),” papar Rizky.

Beda lagi dengan Beda Sinema, Ibas bersama tim bergerak di industri film anak negeri yang mengangkat fenomena dakwah di tengah masyarakat. Seperti film #HKS (Hanya Kerudung Sampah) yang sukses dirilis tahun lalu, dan yang sedang digarapnya saat ini adalah Tausiyah Cinta.

Meninjau titik kepemimpinan pemuda Islam di Indonesia, Presiden APII Agastya menerangkan bahwa pentingnya sebuah gerakan bersama dalam sinergi membangun negeri.

“Silaturahim dan talkshow seperti inilah salah satu cara mensosialisasikan kepada para pemuda bahwa ada gerakan sinergi dan sedang membutuhkan perhatian khusus tentang sebuah kata menuju kebangkita yakni bersinergi,” paparnya.

Pergerakan pemuda di media, di parlemen, di sosial, dll diibaratkan seperti warna pelangi atau kain yang membutuhkan tukang jahit agar menjadi sebuah kesatuan yang harmoni. APII mencoba mengabil peran itu dengan landasan ilmu.

Agas juga menerangkan bahwa APII bukan untuk menjadi pesaing baru di dunia pergerakan, namun justru menjadi karpet yang siap dijadikan tempat para pelaku pergerakan untuk duduk bersama. APII adalah wadah intelektual muda dan organisasi kepemudaan kepemimpinan yang bersinergi untuk Indonesia yang lebih baik.

Setiap pergerakan berhak duduk bersama mewarnai APII, asal masih dalam satu aqidah ahlusunnah wal jamaah,” tegasnya.

Pembicara ke-4 adalah Sherly Annavita, alumni peserta I am President menerangkan pentingnya manusia Indonesia yang berjiwa muda.

“Pemuda itu tidak sepenuhnya tentang usia. Seorang manusia jika memiliki semangat menggelora seperti api untuk membangun negeri, berjuang untuk kebangkitan, dialah pemuda,” tuturnya bersemangat.

Sherly yang juga salah satu alumni Dai Muda Pilihan Antv menghimbau agar pemuda Indonesia bersemangat untuk berkarya. Saya kader YI-Lead dan berbaris bersama APII siap bergerak mengajak teman-teman untuk bersinergi bersama membangun negeri ini,” tegasnya.

Di akhir, Islahudin Idris (Ketua YI-Lead) menjelaskan lima ciri khas pemuda yakni inovasi, percepatan, perubahan, kekuatan, dan kebangkitan.

“Di YI-Lead, 5 point inilah yang kita didikkan dalam program kaderisasi Islamic Leadership Academy, Leadership Camp, dll. Lalu bersama APII, 5 point ini kita implementasikan sesuai bidang ilmunya masing-masing, bersinergi dalam derap langkah kebangkitan pemuda Indonesia,” ujar lulusan UK jurusan Ekonomi ini.

Di sesi tanya jawab, berkaitan dengan tahun kepemimpinan politik 2014 hampir seluruh pertanyaan mengarah kepada Agastya, Presiden APII. Merangkum seluruh kesimpulan pertanyaan, Agastya menjelaskan bahwa APII tegas non partisan.

APII, katanya, berusaha memberikan yang terbaik terkait perjuangan untuk Islam di setiap ranah bidang keilmuan pergerakan dengan pendekatan kekinian dan kedisinian.

Yang di parlemen mari kita bantu semampunya, yang non parlemen mari kita berjuang dengan cara yang terbaik dan membuktikan yang terbaik. Itulah pentingnya sinergi,” tutur ex KM Univ Al Azhar yang juga pernah mewakili Indonesia dalam program pengembangan kepemudaan dan kebudayaan di Benua Afrika.

Program APII dalam kuartal tahun pertama sejak dibentuk November 2013 lalu adalah menitik beratkan pada penguatan internal, lalu silaturahim tokoh muda, sinergi ilmu lintas pergerakan dan peran serta Workshop DERAPPEMUDA dengan target jangka panjang ke seluruh kota besar di Indonesia Insya Allah.

Menutup acara talkshow, Agastya mengambil ibrah tentang kepemimpinan Abu Bakar dan Umar ra. Bahwa sehebat apapun perselisihan kedua sahabat nabi saw ini tentang kebijakan dan cara perjuangan dakwah, mereka tidak disibukkan dengan pertikaian tersebut. Mereka cepat menyatu dalam bingkai iman menyongsong tujuan besar yakni bangkitnya peradaban manusia yang adil makmur dengan Islam. [alfarabi/

 

dikutip dari: http://www.islampos.com/apii-ingin-menjadi-tukang-jahit-persatuan-pemuda-100477/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *