Browse By

Beriman kepada Nama-nama dan Sifat Allah

Muwashofat Tarbiyah For Leaders (MTL) | Seri-04 |  Beriman kepada Nama-nama dan Sifat Allah

Seorang muslim beriman kepada _Asma’ al-Husna (Nama nama yang terbaik) yang dimiliki Allah ta’ala dan sifat-sifatNya yang teragung, dengan tidak mempersekutukan siapapun denganNya. Seseorang tidak menginterpretasikannya dengan arti yang tidak sesuai dengan maksudnya sehingga menta’thil (meniadakan sifat tsb), dan tidak pula melakukan tasybih (menyerupakan nama dan sifat Allah) dg sifat² makhluk, lalu menanyakan hakikat sifatNya (takyif) atau menyerupakan dg sifat² makhluk. Karena yang demikian itu mustahil adanya.

📖 Dalil Naqli
〰〰〰〰〰
1⃣ Adanya berita dr Allah ta’la tentang nama² dan sifat²Nya pada (QS. Al-A’raf:180 & QS. Al-Isra’: 110)

Allah telah menegaskan bahwa DiriNya Maha Mendengar (Sami’), Maha Melihat (Bashir), Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Mahakuat lagi Mahaperkasa, Mahalembut lagi Maha Mengetahui segala yang tersembunyi, Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2⃣ Berita dari Rasulullaah SAW tentang nama² dab sifat² Allah dalam hadits shahih:

Allah tertawa kepada dua orang lelaki, yang salah seorang dari keduanya membunuh yg lain, namun keduanya masuk surga (HR. Bukhari: 2826, HR. Muslim: 1890)

Neraka Jahannam terus diisi, dan ia berkata, ‘Apakah masih ada tambahan lagi?’ Hingga Allah Yang Maha Agung meletakkan kakiNya padanya. Maka merapatlah bagiannya yang satu dengan bagian yang lain. Lalu Neraka Jahannam berkata ‘Cukup, cukup’ (HR. Bukhari: 7384, HR. Muslim: 2848)

Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam yang akhir, lalu Dia berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepadaKu, niscaya Aku memberinya. Siapa yang meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampuninya’ (HR. Bukhari: 7494, HR. Muslim: 758)

Sungguh, Allah lebih berbahagia ketika bertaubat seorang hambaNya daripada salah seorang kamu (yang menemukan kembali) hewan tunggangannya (yang hilang di padang sahara) (HR. Muslim: 2747)

“Di manakah Allah?” Ia menjawab, “Di langit.” Beliau bertanya, “Siapa aku?” Budak itu menjawab, “Engkau adalah utusan Allah.” Lalu beliau bersabda, “Merdekakan dia, karena dja seorang wanita yang beriman.” (HR. Muslim: 537)
Pada Hari Kiamat kelak Allah menggenggam bumi dan menggulung langit dengan Tangan kananNya, kemudian Dia berfirman, ‘Akulah Raja Penguasa! Mana para raja di bumi?’ (HR. Bukhari: 4812)

3⃣Pengakuan kaum as-Salaf ash-Shalih dari generasi Sahabat, Tabi’in dan para tokoh madzhab yang empat (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam ash-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal) rahimahullah tentang sifat² Allah Ta’ala dan mereka tidak menta’wilkannya, tidak pula menolaknya atau mengeluarkannya dari makna lahirnya

Imam ash-Syafi’i rahimahullah pernah berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan kepada sesuatu yang datang dari Allah sesuai dengan maksud yang diinginkan Allah; dan aku beriman kepada Rasulullah dan kepada sesuatu yang dimaksud yang diinginkan Rasulullah

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga mengatakan, berkaitan dengan sabda² Rasulullah shalallahi ‘alaihi wasallam seperti: “Sesungguhnya Allah turun ke langit yang terendah; dan bahwasanya Allah dapat dilihat pada Hari Kiamat; Allah takjub, tertawa dan marah, meridhoi, tidak menyukai dan mencintai,” beliau berkata, “Kami beriman kepada semua itu dan membenarkannya, tanpa takyif ( tanpa mempertanyakan bagaimana hakikatnya) dan tanpa (mempertanyakan) makna (hakikatnya).”

📖 Dalil ‘Aqli
〰〰〰〰〰
1⃣ Allah Ta’ala telah menetapkan sifat² bagi DiriNya dan telah menamakan DiriNya dengan nama²; Dia tidak melarang kita untuk menyebut dan menamakanNya dengan sifat² dan nama² tersebut, dan tidak pernah menyuruh kita untuk melakukan ta’wil terhadap sifat² dan nama²Nya itu, atau mengartikannya di luar arti lahiriyahnya.

2⃣Bukankah orang yang menafikan salah satu sifat Allah Ta’ala karena takut dari tasybih (takut terjerumus kepada keyakinan menyerupakan atau menyamakan Allah dengan makhlukNya)

3⃣ Sesungguhnya beriman kepada sifat² Allah Ta’ala dan menyifati Allah dengannya tidak mengharuskan tasybih dengan sifat² makhluk, sebab akal sehat itu sendiri tidak menolak kalau Allah Ta’ala mempunyai sifat² khusus bagiNya yang tidak serupa dengan sifat² makhluk, tidak akan pernah sama kecuali hanya dalam sekedar nama dan sebutan saja. Maka Sang Pencipta memilki sifat² khusus bagiNya, sebagaimana bagi makhluk memilki sifat² yang khusus baginya
📚Sumber Kitab:
Minhajul Muslim
Konsep hidup ideal dalam Islam
Karya : Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri

About Us
Ig : @youngislamicleader
Tw : @PemimpinQu
Fb : Young Islamic Leaders
Website : www.youngislamicleaders.org
===============================
🎓 Young Islamic Leaders
Face of The Future Leaders

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *