Browse By

Dibuka Kelas Kepemimpinan Islam

Indonesia adalah negara yang besar. Negeri yang tersusun dari gugusan 17.000 pulau membentang dari Sabang hingga Merauke. Luasnya negeri ini tidak mungkin dibangun kecuali dengan persatuan intelektual dan kepemimpinan yang kuat, berkarakter, berdaya saing global dan memahami betul situasi sosial masyarakatnya yang beraneka ragam.

Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia yang berkarakter, mandiri dan bermartabat, Young Islamic Leaders (YI-Lead) membuka kelas Islamic Leadership Academy (ILA) angkatan ke-2.

“Kelas ini diharapkan mampu menjawab kegelisahan krisis kepemimpinan nasional negeri ini”, ujar Agastya Harjunadhi, Sekjen YI-Lead ketika ditemui disela-sela aktifitasnya.

Menurut Agastya, Indonesia sangat memerlukan sosok pemimpin yang mampu menghadirkan keamanan, keadilan, kesejahteraan dan rahmat bagi masyarakatnya. Krisis kepemimpinan nasional saat ini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan sehingga diperlukan langkah-langkah besar dan percepatan dalam pengkaderan calon-calon pemimpin masa depan.

“Untuk itulah ILA dibuat dan insya Allah membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045 seperti yang pernah disampaikan oleh Bapak Presiden SBY”, tegas pemuda yg juga salah satu penggagas Akademi Kepemimpinan Islam yang pertama di Indonesia ini.

Terkait Presiden Indonesia yang baru saja selesai menjabat dan yang baru saja dilantik, Agastya memberikan ucapan ringkas. “Terima kasih Pak SBY atas kepemimpinannya dan menjaga stabilitas nasional selama 10 thn ini, dan selamat menjalankan amanah sebagai presiden dan wapres baru, Pak Jokowi dan Pak JK. Semoga amanah dan berjaya untuk keutuhan Indonesia”.

Tema ILA angkatan ke-2 kali ini adalah “Leader In You”, menggali potensi kepemimpinan diri agar mampu diberdayakan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, negara dan agama.

ILA angkatan 2 akan diselenggarakan pada tanggal 2 November – 21 Desember 2014. Menghadirkan beberapa pembicara nasional dan nara sumber yang kompeten di bidangnya. Diantaranya adalah Bapak Adhyaksa Dault, Bapak Syafii Antonio yang keduanya masih dalam konformasi, Ust Teuku Zulkarnaen, pengurus MUI pusat, Ust Bachtiar Nasir, Sekjen MIUMI Pusat, Ust Alfian Tadjung, pengamat gerakan-gerakan kiri di Indonesia, dan lain-lain. Menghadirkan pula para tokoh muda young inspiring leaders seperti Akmal Sjafril (Ka. Litbang ITJ), aktifis yang fokus pada liberalisme, Agastya Harjunadhi (Youth Ambbassador Indonesia 2014), inisiator gerakan Derap Pemuda untuk bangsa yang fokus pada sejarah kepemimpinan Islam di Indonesia. Ada pula Dewi Zulaikha, praktisi muda ekonomi islam, Rona Mentari (Pendongeng Muda Indonesia), dan Devina (project officer Gerakan Muslim Peduli Pedalaman). Pembinaan selama 1 tahun ke depan juga menjadi komitmen ILA dalam mengkawal kader-kadernya untuk memperkuat potensinya.

Kelas basic ini diharapkan mempu mendobrak dan menginspirasi para pemuda yang memiliki semangat untuk berjuang membangun peradaban Islam di Indonesia, mengembalikan perjuangan kepemimpinan Indonesia sesuai dengan kemurnian cita-cita Pancasila dan amanah UUD 1945.

“Saya teringat pesan Pak Natsir, politikus Islam era Bung Karno. Beliau bilang bahwa Jika Islam besar ia tiada melanda, dan jika Islam tinggi ia akan melindungi. Cita-cita inilah yang hendak kami wujudkan bersama” tandas Agastya.

Pendaftarn bisa online melalui www.ila.youngislamicleaders.org dan follow twitter di @pemimpinQu. (dd/YILeaders)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *