Browse By

Firaun, Sang Pembangun

Mesir adalah pusat peradaban sejak dulunya.  Banyak kebudayaan beberapa negara yang terpengaruh oleh peradaban Mesir.  Peninggalan kebudayaan peradaban Mesir masih eksis hingga kini.  Jika kita coba search di google akan kita temui beberapa peninggalannya seperti Piramida,  Spinks,  dan lain sebagainya. Sebagai pusat peradaban dunia,  sudah tentu Mesir memiliki pemimpin bagus dan berkualitas,  baik dari sisi kerja,  dana yang kuat,  maupun pengaruh politis.

Mesir menjelma menjadi negara makmur, negara  superpower. Bahkan terkenal,  bahwa pimpinan mesir tidak akan tidur jika belum ada laporan pasti kalau semua rakyatnya sudah tidur dalam keadaan kenyang. Sangking makmurnya negara Mesir,  rakyat menganggap pemimpin negaranya sebagai tuhan. Firaun mereka mengenalnya. Memang tidak mengada-ngada,  karena memang,  Firaun mampu membuat hal-hal yang tidak mungkin pada masanya. Katakanlah gedung-gedung bertingkat,  jalanan aspal,  sungai-sungai yang tertata baik yang bermuara ke sungai Nil. Semua orang takjub,  jika melihat tata kota negara Mesir.

Namun demikian Firaun tidak punya tempat di sisi tuhan, dia dianggap melampaui batas karena mengaku diri sebagai tuhan yang tertinggi. Berlaku sombong,  karena merasa semua hal sudah bisa di kuasai.  Menganggap orang lain rendah dan bodoh.

Hingga akhirnya tuhan mengirim utusan yakni nabi Musa,  sebagai pembawa risalah ketuhanan yang sejati. Hadirnya Musa meruntuhkan supremasi Firaun yang sudah di bangunnya sedemikian rupa. Eksistensi firaun tergoncang,  karena Musa membawa risalah langit,  posisi mulia inilah yang sebenarnya di inginkan firaun,  tapi apa daya, tuhan justru menjadikannya makhluk tercela,  hina, laknat dan tidak ada harganya  di hadapan tuhan. Padahal Musa hanya seorang pengembala, orang desa,  Itupun demi membayar hutang atas mahar kepada istri kinasihnya.

Munculnya Musa menghancurkan kedigdayaan dan kesombongan seorang yang mengaku tuhan. Dengan sebuah tongkat,  Musa menunjukkan kebenaran yang hakiki,  bahwa firaun bukan tuhan sejati. Dengan tongkatnya Musa mampu membelah lautan,  yang akhirnya menewaskan firaun yang mengaku tuhan.

Memang terkandang kesombongan itu hancur oleh sesuatu yang tidak di duga dan tak di sangka. Firaun mati dalam kenistaan,  tenggelam bersama kebesaran dan ribuan pasukan di tengah lautan. Lantas jika ada yang berani menista kalam tuhan,  tentu akan berhadapan langsung dengan tuhan pemilik risalah.

Dalam sejarahnya tak ada yang selamat jika dia menantang atau bahkan menistakan tuhan. Tuhan akan menghancurkan dirinya dengan cara Nya sendiri.  Firaun adalah pelajaran,  bagi mereka yang menantang tuhan,  binasa dalam kehinaan.

Firaun, Sang Pembangun
Oleh,  Jemmy Ibnu Suardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *