Browse By

ISLAMIC LEADERSHIP ACADEMY#2

“Leader in You”

Young Islamic Leaders (YI-LEAD) merupakan salah satu unit kepemudaan yang berada dibawah naungan AQL Islamic Center pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir LC, MM. Sebagai bentuk kaderisasi pemuda di bidang kepemimpinan maka tanggal 2 Nobember 2014 YI Lead mengadakan kegiatan Islamic Leadership Academy 2 dengan tema “Leader in You”. Kegiatan inj bertujuan untuk menggali potensi potensi kepemimpinan yang sudah ada dalam diri peserta sehingga dengan metode tadabbur quran peserta siap menjadi  pemimpin di bidangnya dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, agama, bamgsa dan negara. Kegiatan ini diselenggarakan di AQL Islamic Centre dari tanggal 2 November s/d 21 Desember 2014 setiap hari ahad jam 13.00 – 18.00 WIB.

Alhamdulillah saat ini peseeta yang terdiri dari 90 orang pemuda pemudi Islam Indonesia telah menyelesaikan Phase 1 yaitu Kepemimpinan Diri. Berikut kami sampaikan resumenya:

  • Grand Opening ILA 2 tanggal 2 November 2014 dibuka oleh Bp. Adhyaksa Dault mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009) dimana beliau memberikan kuliah singkat mengenai ”Kepemimpinan”. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain. Menurut beliau mempengaruhi orang lain dapat dilakukan dengan dua cara : Legitimasi dan Akhlak. Legitimasi adalah kepemimpinan sesuai posisi dan jabatan kekuasaan seseorang seperti para raja sedangkan akhlak mempengaruhi seseorang melalui keteladan perilaku seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Untuk dapat mempengaruhi orang lain dengan baik beliau menyarankan peserta untuk menguasai kemampuan sbb: Kemampuan Verbal (berbicara), Grafis (seni), Kinetis (bergerak melalui kerja nyata)

Pada kesempatan ini beliau juga mengkritisi realitas penyakit social pemuda Indonesia saat ini yang terjebak dalam perilaku gila kesenangan dunia (hedonis) dan suka mengikuti hawa nafsu berlebihan. Oleh karena itu beliau berharap dengan adanya kegiatan Islamic Leadership Academy seperti ini bisa menghasilkan pemuda-pemuda yang dapat menjadi motor perubahan bagi masyarakat dan Indonesia. Terakhir beliau mengajak peserta untuk rekontruksi cita-cita hidup pemuda bahwa visi tertinggi pemuda Islam adalah Surga yang bisa didapat dengan Mati Syahid atau Hidup Mulia yang jalannya bisa ditempuh sesuai keinginan dan kemampuan masing-masing individu. Ikhlaslah selalu, Niat yang lurus, Usaha yang Istiqamah dan jiwa yang tulus “tutur beliau sebagai penutup”

Dari kuliah singkat Bp. Adhyaksa diatas peserta dapat mengambil intisari sbb:

  • Leadership adalah Seni mempengaruhi orang lain melalui keteladanan dan kompetensi sang pemimpin. Pemimpin harus hadir di tengah tengah rakyat yang dipimpinnya. Memberi keteladanan moral dan sikap, membeikan ide dan solusi atas permasalahan serta member dorongan motivasi bagi followersnya

 

  • Ketika kita mencari sosok pemimpin paling berpengaruh ternyata sosok tersebut ada didunia Islam yaitu Rasulullah SAW. Michael Hart telah menempatkan beliau sebagai peringkat satu dalam daftar 100 Tokoh paling berpengaruh dunia. Alasannya adalah keteladanan Rasulullah telah mempengaruhi orang disekitarnya untuk bekerja sama membangun peradaban Islam pada masa itu sehingga Islam bisa tersebar dan menguasai 2/3 dunia. Beliau adalah pemimpin agama, pemimpin masyarakat dan pemimpin Negara. Allah SWT telah menegaskan keteladanan Rasulullah SAW dalam QS. Al Ahzab (33) : 21 “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah
  • Kesimpulannya menjadi kewajiban kita untuk mempelajari dan mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai seorang pribadi Muhammad, kepala keluarga, Nabi dan Rasul, pemimpin masyarakat Madinah dan dunia. Untuk itu peserta juga harus mengenal dirinya (WHO AM I), apa cita-cita hidupnya sehingga bisa memimpin dirinya sebelum memimpin orang lain.

Ahad, 09 November 2014

Pertemuan Kedua tanggal 09 November 2014 terdiri dari 2 sesi. Sesi 1 dengan materi “ Kamu adalah Khalifah Allah” dibawakan Ust. Abu Hanif dan Sesi 2 “ Know Your Enemy” dibawakan oleh Dr.Sayid Qutub, MA dan Sdr. Akmal Sjafril, M.Pd.I. Berikut Resumenya :

Sesi I : Kamu adalah Khalifah Allah oleh Ust. Abu Hanif

Sebagai prolog saya ingin sampaikan bahwa materi Kamu adalah Khalifah Allah merupakan materi Self Awareness bagi seluruh peserta untuk refleksi sejenak mengenai siapa dirinya (WHO AM I). Minimal peserta bisa menjawab 3 pertanyaan berikut : Untuk apa dia Hidup, Apa yang akan dikerjakan selama hidup dan Kemana Tujuannya setelah hidup (mati). Stephen Covey bilang “Begin from the end of Mind”. Kita mulai dengan menjawab pertanyaan terakhir Kemana tujuan kita setelah hidup?? Allah telah menyediakan dua tempat tujuan terakhir kita yaitu SURGA dan NERAKA. Sehingga jika ditanya mau pilih yang mana dengan kompak kita akan menjawab pilih SURGA. Termasuk ahli maksiatpun kalau ditanya pasti hati kecilnya tetap pilih SURGA. Kenapa pilih Surga karena ada banyak kenikmatan di Surga dan Puncak kenikmatan adalah bertemu dengan Allah SWT. Tentu saja kita bisa masuk surga jika mendapat izin dari Allah selaku pemilik Surga yang izin masuknya dalam bentuk Ridha dan Rahmat dari Allah SWT. Renungannya dalam perjalanan hidup kita hingga usia saat ini sudahkah Ridha dan Rahmat Allah menjadi poros kehidupan kita??Sudahkah kita mengenal Allah?? Dalam perjalanan pendidikan kita dari TK s/d Sarjana berapa persen kita diberi ilmu mengenal Allah??

 

 

 

Nah, pertanyaan tersebut yang pada sesi ini dijabarkan oleh Ustad Abu Hanif. Secara garis besar beliau menyampaikan untuk melejitkan potensi diri pemuda muslim harus  memaksimalkan potensi ilmu dan amal yang ada pada dirinya. Potensi Ilmu bisa digali dengan mengenal Allah dan mengenal dirinya. Mengenal Allah dalam konsep Tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Asma wa Sifat. Buah dari mengenal Allah adalah sbb :

1. Kemerdekaan

Pribadi yang merdeka adalah pribadi yang tidak dijajah oleh nafsu duniawinya. Mereka tetap berada dalam jalan keimanan, tidak mengisi dan menjalani hidupnya dengan mencampurbaurkan antara kebaikan dan kebathilan.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’aam : 82)

2. Ketenangan

Orang-orang yang mengenal Allah SWT tidak merasakan kegelisahan hidup dan kegalauan fikiran, karena hatinya dipenuhi dengan upaya-upaya mahabbah dan taqarrub kepada Allah SWT.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

3. Keberkahan

Hidup yang berkah hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang senantiasa bersyukur atas kehidupan yang dijalani dan selalu akan dicukupkan oleh Allah SWT segala kebutuhannya.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al  A’raaf : 96)

4. Kehidupan yang baik atau mulia

Setiap jiwa yang mengenal Allah secara benar pasti akan selalu memaksimalkan upaya untuk melakukan perbuatan baik. Maka Allah SWT akan membalas perbuatannya dengan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. “(QS. An Nahl : 97)

 

5. SURGA

Jika di dunia Allah SWT menganugerahkan kehidupan yang baik kepada orang-orang yang mengenal Allah sWT, maka di akhirat kelak Allah SWT akan memberi balasan berupa Surga-Nya.

Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam),. Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yunus : 25-26)

6. Ridha Allah

Setiap hamba yang selalu dekat kepada Allah SWT – sebagai buah mengenal Allah SW – maka kehidupannya akan selalu berada dalam naungan ridha Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Bayyinah ayat 8  :

                          “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya

Setelah mengenal Allah, selanjutnya pemuda harus mengenali dirinya (WHO AM I). Untuk apa Allah menciptakan dirinya di bumi ini? Tidaklah Allah mencipatakan manusia  untuk beribadah kepadanya dan menjadi khalifah Allah di muka bumi. Dalilnya sbb

QS Adh Dzariyat : 56

“ Dan Aku tidk mencipatkan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

QS Al Baqarah : 30

“ …… Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi…..

Khalifah bermakna pengganti, pemimpin atau penguasa. Adam disebut khalifah karena ia menggantikan Allah dalam menjalankan hukum-hukum Nya dan melaksanakan perintah-perintah Nya (Tadabbur Al Quran Juz 1 & 2 oleh Ust Bachtiar Nasir, Lc.MM)

 

 

 

 

Intisarinya : Allah memberikan kepercayaan dan Amanah kepada kita selaku Bani Adam sebagai Khalifah Allah di bumi untuk mengelola dan memakmurkan bumi sesuai hukum dan perintah Allah sebagai sarana ibadah dan pengabdian kita kepada Allah. Jika kita menjalankan dengan baik maka Allah akan memberikan Ridha Nya kepada kita dan menempatkan kita di dalam surga

Jika pemuda muslim telah Mengenal Allah dan Mengenal dirinya maka akan tercermin dalah sikap perilakunya dimana amal perbuatannya senantiasa dikemas dalam kemasan IKHLAS karena Allah, CINTA kepada Allah, TAKUT berbuat dosa kepada Allah dan senantiasa MENGHARAPKAN Ampunan Allah.

Sebagai Penutup Ustadz Abu Hanif mengajak peserta untuk mengambil hikmah dari  Surat alfatihah dimana pada surat tersebut terdapat visi dan misi yang bisa dijadikan landasan oleh peserta :

Misi 1 : Surat Al-Fatihah Ayat 1  yaitu Orientasi hidup untuk Allah

Misi 2 : Surat Al-Fatihah Ayat 2-3 yaitu Poros kehidupan ; Tauhid Uluhiyyah-Nya, Rububiyyah-Nya dan Asma wa asshifat

Misi 3 : Surat Al-Fatihah Ayat 4 yaitu Orientasi dan fokus akhirat!

Misi 4 : Surat Al-Fatihah Ayat 5 yaitu Tunaikan Hak Allah dan Allah akan memberimu pertolongan.

Misi 5 : Surat Al-Fatihah Ayat 6 yaitu Jalan kesuksesan dunia akhirat satu-satunya adalah ISLAM

Misi 6 : Surat Al-Fatihah Ayat 7 yaitu Ikuti jejak kesuksesan orang terdahulu (Rasulullah, Nabi, Sahabat, Orang Shalih, Syuhada) yaitu sukses menggabungkan antara potensi ilmiyah dan amaliyah.

Wah, ternyata kunci kepemimpinan diri sudah digambarkan dengan jelas ya di Surat Al-Fatihah. Tentu saja surat Al Fatihah sudah tidak asing lagi bagi kita. Minimal sehari kita baca 17 kali dalam shalat kita. Ironisnya masih banyak umat Islam yang hafal Al-Fatihah tapi tidak mengerti arti dan maknanya. Semoga Leaders muda tidak termasuk golongan tersebut.

Allah telah memerintahkan kita kepada jalan yang lurus (Islam). Allah berikan Al Quran dan As Sunnah sebagai pedoman dan petunjuk jalan kita. Kisah-kisah Rasulullah, para nabi dan para sahabat beserta orang shaleh merupakan pelajaran yang bisa kita ikuti. Akhirnya semua kembali kepada kita masing-masing. Apakah kita akan memimpin diri kita untuk mengikuti jalan lurus itu atau memilih jalan yang lain. Hidup adalah pilihan dan keputusan ada di tangan anda!!!

 

Allah tidak pernah memaksa hambanya untuk memilih jalan Islam tapi Allah sediakan mekanisme Reward and Punishment atas segala keputusan kita. Semoga kita senantiasa berada dalam naungan Rahmat Allah sehingga kita bisa memimpin diri kita di jalan Allah

“Dan Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS Al-Qasas (28) : 77)

Sesi II : Know Your Enemy oleh Dr.Sayid Qutub MA dan Akmal Sjafril M.Pd.I

Teorinya jika seorang pemuda muslim telah mengenal Allah dan mengenal dirinya sehingga memiliki visi dan misi hidup yang jelas maka dia akan mengarungi jalan lurus tersebut tanpa hambatan layaknya mobil Ferrari melaju di jalan tol. Tapi prakteknya sering berbeda dengan teori. Begitu juga dengan kehidupan kita. Cita-cita hidup mencari Ridha Allah dalam pelaksanaannya akan menghadapai berbagai Hambatan, Tantangan, Ancaman dan Gangguan dalam berbagai bentuk. Hal ini disebabkan adalanya pihak-pihak yang tidak ingin Umat Islam menjalankan Islamnya secara benar dan menyeluruh. Oleh karena itu kita sebagai pemuda muslim harus mengetahui siapa saja pihak yang menjadi lawan kita dan bagaimana cara kerja mereka sehingga kita bisa membentengi diri.

Pertempuran ini telah dimulai sejak Adam diciptakan. Pertempuran antara Yang Haq dengan yang Bathil. Akmal Sjafril mengutip firman Allah dalam Al Quran Surat Al Hijr (15) : 39-40 “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya (39)……. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka (40). Inilah cikal bakal pertempuran mulai dari Adam turun ke bumi hingga akhir zaman nanti dan tentu saja ini semua merupakan bagian dari Grand Design Allah Yang Maha Mengetahui.

Dr. Sayid Qutub, MA menambahkan bahwa menurut Al Quran kita bisa membagi Musuh-Musuh Islam sbb :

  1. Kaum Atheis dan Yahudi (QS Al Maidah (5) : 82)
  2. Kaum Yahudi dan Nasrani (QS Al Baqarah (2) : 120)
  3. Kaum Musyrik (QS At Taubah (9) : 36)

Sistem Kerja mereka terhadap Islam sama yaitu berusaha menyesatkan umat Islam sehingga jauh dari nilai-nilai Islam yang kaffah bahkan keluar dari Islam dan menjadi Murtad. Yang berbeda hanya CARA nya. Jika dulu dilakukan secara HARDWAR dengan peperangan fisik, penguasaan wilayah, penjajahan, pembunuhan, pembantaian, dsb maka di era modern ini mereka melakukannya secara SOFTWAR dan dikenal dengan istilah GHAZWUL FIKRI.

 

Dr. Sayid Qutub menjelaskan secara bahasa GHAZWUL FIKRI berarti Perang Pemikiran. Secara Istilah Ghazwul Fikri adalah “Serangan pemikiran secara bertubi-tubi yang disusun secara sistematik, teratur dan terancang dengan baik, dilakukan oleh umat yang kuat terhadap umat yang lemah untuk merubah kepribadian mereka dan mengikuti umat yang kuat tersebut”

Perang pemikiran bertujuan untuk merusak akhlak, merusak fikrah, melarutkan kepribadian, pemurtadan sehingga umat Islam menjadi loyal terhadap kaum kafir. Ghazwul Fikri oleh Musuh-musuh Islam dikemas dalam bentuk 3 F (Food, Fun, Fashion) dan 5 S (Sex, Song, Show, Science, Sport). 3F dan 5S tersebut merupakan amunisi-amunisi yang ditembakkan melalui senjata mereka yang disebut MEDIA (Televisi, Internet, Radio, Majalah, Koran, dll). Tujuannya menggiring opini dunia sesuai keinginan mereka. Akmal Sjafril menambahkan dengan menyitir quote berikut “ If you repeat a lie often enough, people will believe it”. Dan harus kita akui bahwa strategi mereka telah berhasil dan kita ketinggalan disbanding mereka. Hal ini dibuktikan bahwa dengan konsep Ghazwul Fikri ini mereka berhasil menguasai bidang-bidang penting yang terkait kehidupan masyarakat banyak seperti politik, ekonomi, social budaya, pendidikan dan militer.

Akmal Sjafril dalam salah satu slide materinya menyampaikan fenomena musuh yang sangat berbahaya yaitu musuh dalam selimut. Mereka adalah orang Islam yang berusaha melemahkan Islam dari dalam. Biasanya mereka menunggangi isu-isu terkini sbb : Pluralisme agama, kesetaraan gender, terorisme, pornografi/pornoaksi, nikah beda agama, kebebasan berpendapat, sekularisasi, dll

Kesimpulan dari materi ini bahwa sampai akhir zaman nanti musuh-musuh Islam tidak akan berhenti menyerang Islam. Hal ini sudah Sunnatullah sesuai Ikrar Iblis kepada Allah. Sebagai pemuda Islam kita harus menguasai konsep Ghazwul Fikri ini dan selanjutnya membentengi diri dari serangan musuh. Benteng utama adalah ILMU dan Benteng Kedua adalah Persatuan dan Kesatuan sesama Umat Islam sebagaimana yang Allah sampaikan dalam QS Ali Imran (3) : 103 :

“Dan berpeganglah kamu semaunya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai berai…..”

Pepatah anak SD mengatakan “ Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”

Wallahu a’lam bish shawaab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *