Browse By

MENGENAL EKONOMI ISLAM

(bagian kedua)

            Melanjutkan tulisan sebelumnya sekarang kita akan membahas tentang apa itu ekonomi Islam atau yang familiar kita dengar dengan nama ekonomi syariah yang dalam prakteknya banyak kita kenal dalam bentuk : perbankan syariah, asuransi syariah, leasing syariah, pegadaian syariah, dll. Berikut definisi Ekonomi Islam menurut beberapa pakar :

1. Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam.  Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral (wikipedia)

2. Islamic Economics aims at the study of human falah (satuation, prosperity, welfare) achieved by organizing the resources of earth on the basic of cooperation and participation (Khan, 1984)

3. Sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan

Secara sederhanaya, Ekonomi Islam merupakan disiplin ilmu sosial dalam Islam yang bertujuan untuk mensejahterakan dan memakmurkan kehidupan manusia melalui pengelolaan sumber daya alam di bumi yang diberikan Allah kepada manusia sebagai Khalifah di bumi. Tentu saja pengelolaannya harus berdasarkan panduan hukum Allah yang terdapat dalam bentuk : Al Qur’an, As Sunnah, Ijma’, dan Qiyas. Perbedaan mendasar antara Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional adalah Ekonomi Islam bertujuan mengkaji dan mengusulkan cara-cara mencapai human falah sebagai bentuk Ibadah kepada Allah Sang Pencipta, Sedangkan ekonomi Konvensional Barat mengusulkan dan mengkaji cara-cara mencapai kesejahteraan material masyarakat. Ekonomi Konvensional cenderung menjadikan uang sebagai tujuan dan bahkan masyarakay kapitalis cenderung menuhankan uang dan menganggap uang adalah segala-galanya. Keuangan Yang Maha Kuasa. Sedangkan Ekonomi Islam Uang hanya merupakan sarana untuk beribadah.

 

Berikut kami sajikan perbedaan ekonomi islam dan ekonomi konvensional:

No       Issues  Islam   Konvensional

1          Sumber            Alquran & As Sunnah Daya Fikir Manusia

2          Motif   Ibadah Materialsme

3          Paradigma       Syariah            Pasar

4          Pondasi Dasar Muslim            Manusia Ekonomi

5          Landasan Filosofi       Falah   Individualisme

6          Harta   Pokok Kehidupan       Asset

7          Investasi          Bagi Hasil       Bunga

8          Distribusi Kekayaan    Zakat, Infaq, Sadaqah, Hibah, Wakaf            Pajak dan Tunjangan

9          Konsumsi-Produksi     Maslahah, Kebutuhan dan Kewajiban            Ego & Rasional

10        Mekanisme Pasar        Bebas & Dalam Pengawasan  Bebas

11        Pengawas Pasar           Al Hisbah        NA

12        Fungsi Negara Penjamin kebutuhan minimal&pendidikan, Pembinaan melalui baitu mal     Penentu kebijakan melalui departemen-departemen

13        Bangunan Ekonomi    Bercorak Ekonomi Riil           Dikotomi Sektoral yang sejajar ekonomi

riil dan moneter

 

Diambil dari materi Dr. Euis Amalia M.Ag dalam Makalah Kuliah Umum Pemikiran Ekonomi Islam Universitas Indonesia 16 November 2013

 

Dari data diatas sudah jelas perbedaan  mendasar antara Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional yaitu yang satu bersumber dari Wahyu Ilahi (Alquran dan As Sunnah) sedangkan yang lain bersumber dari pemikiran manusia. Perbandingan yang tidak apple to apple tentunya. Tapi kenapa yang berkembang pesat dan menguasai ekonomi dunia justru yang bersumber dari pemikiran manusia??? Bahkan di Indonesia sendiri yang Umat Islamnya terbesar di dunia market share Ekonomi Islam masih di kisaran 5 % dan 95 % nya masih menggunakan konsep Ekonomi Konvensional. Bukankah kita Negara yang Berketuhanan Yang Maha Esa??? Sungguh Aneh. Bahkan jika meminjam istilah Ust. Muhaimin Iqbal Ketika Ekonomi Konvensional sudah sampai Level Capitalism 4.0 dewasa ini Ekonomi Syariah sedang beranjak dari Syariah 1.0.

Jika Umat Islam mau mentadabburi ayat Alquran dan melaksanakannya tanpa tapi, idealnya Ekonomi Islam bisa tampil memimpin dan memperbaiki kerapuhan pondasi ekonomi global. Khususnya pasca terjadinya krisis ekonomi global yang dimulai dari krisis sub prime mortgage di Amerika yang akhirnya membuat bankrut perusahaan keuangan ternama seperti Lehman Brothers dan juga membuat krisis keuangan di Negara-negara Eropa. Sayangnya Umat Islam belum siap dan militansi praktisi ekonomi islam masih lemah. Sampai 4 tahun setelah krisis kita masih melihat Ekonomi Riba masih mendominasi dan menjadi praktek sehari hari yang notabene dilakukan oleh umat Islam itu sendiri. Padahal, 1400 tahun yang lalu Nabi kita, Muhammad SAW telah menerima wahyu dari Allah dan menyampaikan kepada Umatnya 3 Pilar Ekonomi Islam yaitu sektor riil (jual beli), lembaga keuangan bebas riba dan system zakat yang terdapat  dalam QS Al Baqarah/2 :275-278. Dr. Ahmad Riawan Amin dalam bukunya Satanic Finance menyampaikan 3 Pilar Ekonomi Setan : Uang kertas, cadangan wajib (reserve requirement) dan bunga. Tiga Pilar ini sangat kuat dan menggurita di masyarakat kita. Dibuktikan selama 230 tahun hingga beberapa tahun kedepan masih diminati oleh manusia. Berikut penjelasannya

 

No       3 PILAR EKONOMI ISLAM (QS AL BAQARAH 275-278)        4.         PILAR EKONOMI SETAN                  ( Satanic Finance oleh DR.Ahmad Riawan Amin)

1          SEKTOR RIIL           UANG KERTAS

2          LEMBAGA KEUANGAN BEBAS RIBA  CADANGAN WAJIB/RESERVE REQUIREMENT

3          SISTEM ZAKAT       BUNGA

 

5. Sektor Riil

Pilar ekonomi dijalankan dalam sektor riil melalui kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi atau pertukaran barang dan jasa secara Riil. Sektor ini padat karya dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Konteks ini sesuai dengan tujuan Allah menjadikan bumi sebagai tempat tinggal manusia dan menjadikan manusia sebagai pemakmur bumi untuk kesejahteraan dirinya

 

6. Lembaga Keuangan Bebas Riba

Lembaga Keuangan adalah tempat uang berputar. Uang dari masyarakat dalam bentuk simpanan akan disalurkan oleh lembaga tersebut ke pihak yang membutuhkan dalam bentuk pinjaman. Simpan Pinjam ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian. Namun Allah mengharamkan Riba dan Menghalalkan Jual beli. Karena Riba mengandung unsur kedzaliman dan menyalahi hakekat dari uang yang berfungsi sebagai alat tukar dan bukan untuk dikembangbiakkan.

 

7. Sistem Zakat

Zakat, Infaq, Sadaqah merupakan pilar ekonomi yang membuat harta berputar dan tidak terjadi penimbunan harta di satu pihak. Dengan system ini kaum faqir, miskin dan dhuafa dapat tersantuni sehingga terpenuhi kebutuhan hidupnya dan bentuk Islam sebagai Rahmatan lil alaamiin dari sudut pandang ekonomi.

 

Sebaliknya 3 Pilar Ekonomi Setan adalah :

 

8. Uang Kertas

Pilar ekonomi Setan mencapai puncaknya ketika Uang Kertas berhasil menggantikan Uang Emas. Uang kertas yang tidak bernilai intrisik bisa menjadi alat pertukaran yang sah hanya karena dia dikeluarkan oleh pemerintah suatu Negara. Padahal uang kertas tersebut tidak berharga selain seharga kertas dan biaya produksinya. Bandingkan dengan mata uang emas yang mengandung nilai intrinsik emas yang relative stabil. Sebagai contoh ekstrem Uang kertas 100 Dollar biaya produksinya hanya 10 sen Dollar (1 Dollar = 100 sen). Akibatnya jika pemerintah yang menerbitkan uang tersebut kolaps maka uang menjadi tidak berlaku. Bahayanya lagi pemerintah bebas mencetak uang kertas sesuka hatinya. Akibatnya tentu saja uang kertas menimbulkan inflasi. Tahun 1980 an uang Rp.1000 sudah bisa buat makan siang namun tahun 2004 uang Rp.1000 hanya bisa beli gorengan.

 

9. Cadangan Wajib (Reserve Requirement)

Sebagian kecil dana deposan yang disimpan oleh bank di bank sentral sebagai cadangan. Praktek cadangan wajib ini menyebabkan bank-bank ikut mencetak uang kertas dan menggandakannya dalam bentuk pinjaman

 

10. Bunga

Bunga adalah price of money atau capital yang wajar ditarik sebagai kompensasi dari hilangnya kesempatan bagi bank atau pemilik dana untuk mendapatkan hasil produktif bila uang tersebut diinvestasikan dalam proyek lain. Definisi semu yang berhasil menipu semua orang. Hakekat uang adalah alat tukar sehingga tidak bisa dikembangbiakkan. Dampak negatif dari bunga adalah :

a.         Bunga menuntut pertumbuhan ekonomi terus menerus padahal kondisi ekonomi actual sudah mencapai titik jenuh.

b.         Bunga mendorong persaingan antar pemain dalam sebuah ekonomi

c.         Bunga cenderung memberikan kesejahteraan pada segelintir minoritas dengan memajaki kaum mayoritas

 

Dr. Syafi’I Antonio pakar ekonomi syariah menyampaikan nilai-nilai ekonomi Islam sbb :

1.         Perekonomian masyarakat luas akan menjadi baik bila menggunakan kerangka kerja norma-norma Islam (QS 2:168, QS 5:87-88). Hal ini disebabkan ekonomi Islam memadukan unsur materi dan spiritual. Nilai unik yang tidak dimiliki oleh system kapitalis maupun sosialis

2.         Keadilan dan Persaudaraan yang menyeluruh

Konsep keadilan ekonomi islam mengharuskan setiap orang mendapatkan haknya dan tidak mengambil hak orang lain. Menghapuskan kezaliman dan memperkuat persaudaraan umat.

3.         Keadilan Distribusi Pendapatan

“Bukan muslim yang baik, orang yang tidur dengan kenyang sementara tetangganya tak tidur karena kelaparan”

“Sesungguhnya Allah SWT mencintai hamba yang bertakwa,kaya, lagi menyembunyikan (symbol-simbol kekayaan)’

Bila Ekonomi Islam diterapkan maka kesenjangan pendapatan antara si kaya dan si miskin bisa dihilangkan.

 

4.         Kebebasan Individu dalam Konteks Kesejahteraan Sosial

Manusia adalah individu yang merdeka dan hanya taat kepada Allah SWT (QS Ar Ra’d:36) dan Luqman: 32). Oleh karena itu kebebasan individu dalam etika islam diakui selama tidak bertentangan dengan kepentingan sosial yang lebih besar atau sepanjang individu itu tidak melangkahi hak-hak orang lain

 

Dari penjelasan diatas rasanya kita sudah dapat memahami bagaimana perbedaan antara Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Keberhasilan Ekonomi Islam sudah jelas dalam alquran dan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat telah membuktikannya dalam sejarah kejayaan peradaban Islam. Saat ini tongkat estafet perjuangan ekonomi islam ada di tangan kita. Tantangan utamanya adalah menumbuhkan jiwa/spirit ekonomi Islam di kalangan umat. Karena jika masyarakat sudah tumbuh awareness nya maka kejayaan ekonomi Islam tinggal nunggu waktu.  Caranya adalah  sbb :

5.         Cara paling efektif adalah kebijakan pemerintah (Top down) untuk mendukung industry syariah (perbankan, asuransi, pegadaian, dll) dengan menempatkan dana pemerintah dan membuat regulasi yang mendukung perkembangannya. Malaysia dan Iran sebagai contohnya

6.         Sinergi ulama/dai/ustadz dan pelaku bisnis syariah untuk bersama-sama mengajak masyarakat untuk menjalankan ekonomi Islam atau ekonomi syariah sebagai bentuk ibadah dan menjalankan perintah Allah “Masuklah ke dalam Islam secara Kaffah” (QS 2:208)

7.         Dari sisi bottop up muncul kesadaran rakyat untuk melakukan ekonomi syariah. Masyarakat ini sudah melek ekonomi syariah dan spirit nya sudah terbentuk. Merekalah yang selama ini menjadi penggerak perkembangan ekonomi Islam. Selanjutnya kelompok ini harus bertransformasi menjadi da’i/penyeru yang secara aktif mengajak, membemtuk jaringan bahkan mempengaruhi orang disekitarnya untuk hijrah dari ekonomi konvensional ke ekonomi syariah. Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW “ Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat.

8.         Bentengi diri, Kuatkan silaturahmi dan persatuan umat Islam karena jika kita menjalankan ekonomi Islam maka setan beserta kroni-kroninya tidak akan tinggal diam. Mereka akan menakuti kita kita dengan kemiskinan, kerugian, keribetan system eknomi islam, dll.

 

Dari pemaparan diatas akhirnya kita sampai pada satu renungan dan konklusi. Jalan mana yang akan kita pilih dalam melakukan kegiatan ekonomi kita. Ekonomi Islam atau ekonomi setan dengan prinsip riba nya. Pilihan ada di tangan kita masing-masing. Namun, alangkah indahnya negeri Indonesia apabila rakyatnya dan pemerintahnya memilih menjalankan sistem Ekonomi Islam sebagai bentuk kepatuhan dan ketaatan kepada Allah SWT sehingga Allah akan memberikan keberkahan kepada Indonesia dan Indonesia akan menjadi role model untuk pengembangan ekonomi Islam dengan modal potensi pasar warganya yang berjumlah 250 juta. Masak kita kalah dari Inggris dimana James Cameroon selaku Perdana Mentri Inggris mengatakan kepada media bahwa Inggris akan memimpin dan mengembangkan sistem EKonomi Syariah. Bagaimana dengan Indonesia?

Colek Pak JKW-JK.

 

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara menyeluruh, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitah itu musuh yang nyata bagimu” (QS Al Baqarah:208)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *