Browse By

PEMIMPINQU

ilustrasi-pilkada-serentak-2015

Pada tanggal 9 Desember 2015 untuk pertama kalinya dalam sejarah demokrasi Indonesia akan digelar Pilkada Serentak. Pilkada 2015 ini akan diselenggarakan di 269 daerah terdiri dari 9 provinsi, 260 kota/kabupaten dan diikuti oleh 1646 calon kepala daerah dan wakilnya. Presiden Jokowi menyatakan bahwa pilkada serentak ini menghabiskan anggaran sebesar 7 trilyun dan dananya berasal dari APBD (antaranews.com). Biaya yang tidak sedikit tentunya ditengah kondisi ekonomi yang sedang lesu. Akankah modal 7 T untuk hajatan rakyat yang diambil dari uang rakyat tersebut akan memberikan profit kepada rakyat? Disinilah kadang kita temukan antara teori dan fakta berbeda. Teorinya jika pilkada ini hajatan rakyat yang dibiayai oleh uang rakyat maka idealnya pemimpin terpilih akan memberikan profit untuk rakyat. Namun, faktanya setelah terpilih banyak pemimpin yang amnesia, lupa dengan janji-janji kampanye. Setelah menjabat maka rakyat ditinggalkan lebih memperkaya diri dan kroninya, sehingga tidak heran banyak pemimpin yang setelah menjabat berurusan dengan hukum untuk kasus korupsi.

Akankah Pilkada Serentak ini memberikan benefit dan profit kepada rakyat di daerah tersebut? Jawabannya sederhana dan tergantung dari niat rakyat yang memilih dan niat pemimpin yang dipilih. Jika niatnya sama sama baik, lurus, ikhlas dan melibatkan nilai ruhaniyah yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa maka Insya Allah hasilnya akan baik untuk rakyat. Namun jika niatnya dimulut baik seperti janji kampanye sedangkan niat dihati sudah disisipi bisikan setan atas kemewahan jabatan atau niat memilih karena ada politik uang maka sia-sialah pilkada ini. Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 setidaknya mewajibkan 3 niat minimal yang harus dimiliki calon pemimpin yaitu : memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan rakyat dan memberikan keadilan sosial.

Islam sebagai agama yang sempurna dan rahmat bagi seluruh alam tentu saja telah memiliki kaidah dan pedoman dalam memilih calon pemimpin. Antara lain yang sangat sederhana adalah perintah memilih pemimpin muslim (QS Al-Maidah:51) dan larangan memilih pemimpin yang menjadikan Islam sebagai bahan ejekan atau celaan (QS Al Maidah:57). Tentu saja harus didukung dengan kemampuan dan pengetahuan yang cukup. ROLE MODELnya pun sudah ada yaitu Rasulullah SAW. Yang mendapat anugerah manusia nomor satu berpengaruh di dunia karena keberhasilannya memimpin rakyat dan memimpin agama. Sikap Kepemimpinan Fundamental Muhammad SAW adalah Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah

Oleh karena itu agar Pilkada 2015 ini bermanfaat buat rakyat Indonesia khususnya umat Islam alangkah baiknya jika kita memilih menggunakan cara pandang Islam (Islmic worldview) sesuai Alqur’an dan As Sunnah. Untuk mencapai cita-cita dalam pembukaan UUD 1945, Islam hanya mensyaratkan pemilih dan calon yang dipilih BERIMAN, BERAMAL SHALEH dan BERTAKWA. Setidaknya syarat dan ketentuan tersebut dapat kita temukan dalam ayat sbb :

QS An Nuur : 55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”

 QS Al A’raf : 96

  “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Sebagai penutup mari kita sama sama niatkan bahwa Pilkada 2015 ini merupakan sarana dan ikhtiar untuk mengabdi dan menegakkan agama Allah melalui jalur kepemimpinan. Minimal jika pemimpinnya beriman, baik dan bertakwa dia bisa mengajak rakyatnya yang belum baik ke jalan Allah. Pemimpin inilah yang dibutuhkan rakyat yaitu Pemimpin berkarakter Qur’ani (PEMIMPINQU). Untuk anda para calon kepala daerah pada akhirnya Pilkada ini harus menentukan satu pemenang. Selama prosesnya jujur dan terbuka maka menang kalah adalah hal biasa. Karena Pemenang Pilkada dan yang kalah sama sama Allah yang tentukan dan ada hikmah yang harus kita ambil dari pemimpin yang Allah pilih. Toh pada intinya Allahlah pemilik kekuasaan dan berkuasa atas segala sesuatu.

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”

(QS: Ali Imran:26)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *