Browse By

Pemuda Untuk Indonesia

yi

 

YI-LEAD – Dalam kicruhnya kondisi bangsa yang bermayoritaskan Islam, ummat Islam itu sendiri kikuk dalam kebingungan dan keambiguan. Semua adalah rancangan dari ratusan bahkan ribuan tahun silam dari sejarah yang takkan pernah hilang. Sejarah yang dihilangkan dan sejarah yang diselewengkan. Tapi untuk apa kita bermuram durja, melakukan sesuatu akan lebih baik walau hanya selangkah yang ummat perbuat.

Pada kondisi di atas, AQL Islamic Center mempersembahkan upaya terbaiknya dengan mengetengahkan pemuda-pemuda bangsa untuk maju memimpin. Mereka bergagasan untuk memberikan pengetahuan dan solusi berdasarkan apa yang Allah dan Rasulnya perintahkan tentang Islam dan tatanan suatu negara. Barisan pemuda yang diharapkan bangsa ini menggelar beberapa kegiatan yang sangat terpuji dalam rangkaian acara Ramadhan AQLIC.

Sabtu lalu APII (Aliansi Pemuda Islam Indonesia) menggelar seminar mengenai keislaman dan sejarahnya. Diisi oleh pembicara-pembicara yang kompeten dibidangnya. Salim. A. Fillah sebagai pengisi acara pertama, membeberkan dengan panjang dan lebar tentang sejarah Indonesia yang sudah tidak murni berada dalam buku-buku sejarah untuk anak disekolah. Sedangkan ustadz Zaitun mengangkat sejarah dari sisi Islam yang berkaitan dengan ayat al-Qur’an. Musuh-musuh Islam itu dari dulu hingga sekarang sama, yakni Yahudi dan Nasrani yang tidak puas dengan keputusan Allah akan nabi terakhir mereka.

Sedangkan Ahad kemarin para pemuda harapan bangsa lainnya YI Lead mengundang tokoh-tokoh beken Indonesia dalam tajuk “Pemimpinku.” Acara ini menjelaskan tentang bagaimana seorang pemimpin yang diidamkan dan seharusnya dimiliki oleh bangsa yang memiliki kekhususan jumlah dalam bidang tertentu. Sampai-sampai mantan mentri menpora Adiyaksa Dault didaulat yang hadir untuk menjadi gubernur Jakarta pada periode yang akan datang.

Sungguh begitu besar sesungguhnya keinginan ummat akan kemurnian nurani. Dan lihatlah, ketika kita memberi, walau hanya satu jari, maka seluruh dunia memukul gongnya tanda sepakat. Allahu Akbar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *