Browse By

SIAPKAN KADER PEMIMPIN ISLAM DI INDONESIA, YOUNG ISLAMIC LEADERS LUNCURKAN ISLAMIC LEADERSHIP ACADEMY KEDUA

P9

Jakarta (02/11) – Young Islamic Leaders (YI Lead) resmi membuka Islamic Leadership Academy (ILA) Batch 2 di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 2 November 2014. ILA yang akan diadakan dari tanggal 2 November-21 Desember ini dimaksudkan sebagai program pelatihan kepemimpinan Islam berjenjang yang pertama kalinya di Indonesia. Sampai saat ini, program ILA yang angkatan pertamanya diadakan pada Oktober 2013 ini merupakan satu-satunya program pelatihan kepemimpinan di Indonesia yang menggunakan metode Tadabbur Al-Quran dan tuntunan As-Sunnah. YI Lead adalah organisasi kepemudaan Islam yang dibentuk pada tahun 2009 di AQL Islamic Center dengan tujuan menyiapkan kader-kader kepemimpinan Muslim yang menggunakan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman.

Acara ini dibuka secara resmi dengan pemotongan pita yang dihadiri oleh mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009), Dr. Adhyaksa Dault, selaku pembicara pertama pada program ini. Turut meresmikan pembukaan acara ini adalah Islahudin Idris, Ketua Umum YI Lead; Agastya Harjunadhi, Sekretaris Jenderal YI Lead; Herlyanto Bangkit Utomo, Ketua Divisi Kaderisasi YI Lead dan Ketua Panitia ILA Batch 2; Andri Ronny, Wakil Sekretaris Jenderal YI Lead dan Koordinator Sie. Acara ILA Batch 2 yang juga berperan sebagai MC pada Pembukaan tersebut; serta Ary Al-Ayyubi, mantan Ketua Panitia untuk ILA Batch 1 dan selaku perwakilan dari Board of Directors YI Lead.

Dalam pembukaannya di sesi pertama, Agastya Harjunadhi menjelaskan bahwa krisis kepemimpinan di negara ini menjadi alasan utama pentingnya pelaksanaan ILA. Krisis kepemimpinan ini tersirat ketika Indonesia mendapat peringkat sebagai salah satu negara yang terindikasi “Negara Gagal” menurut Jurnal Foreign Policy dan juga merebaknya budaya korupsi di kalangan pejabat. Ia juga menyatakan pentingnya mempunyai Quranic Worldview untuk melawan kuatnya arus pemikiran sekuler, liberal, dan pluralisme di kalangan pemuda.

Sementara Dr. Adhyaksa Dault yang mengisi sesi kedua mengutarakan apresiasi dan kesalutannya akan adanya program ini. Ia berharap program bisa terus berlanjut dan berkembang, serta bisa mencetak calon-calon pemimpin negara yang berkomitmen terhadap nilai Islam. Ia juga mengingatkan agar semua yang terlibat mempunyai niat, cara, dan tujuan yang lurus yaitu Lillahi Ta’ala dan terus menjaga kelurusan niat, cara dan tujuan tersebut.

P10

Selama 7 Ahad ke depan, 87 peserta dari Jabodetabek yang usianya berkisar antara 18-35 tahun ini akan mendapatkan coaching tema-tema dasar kepemimpinan dari berbagai pemateri, yang kesemuanya akan dilatarbelakangi Quranic Worldview sebagai kerangka kerjanya. Setelah selesai mengikuti pendidikan, peserta akan dibimbing menjadi kader YI Lead yang mampu menjadi pelaku dalam kiprah kepemimpinan dunia Islam yang mengedepankan nilai-nilai Tauhid serta bersungguh-sungguh berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah.

 

by: Melita Rahmalia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *