Browse By

SEKRETARIS JENDERAL YOUNG ISLAMIC LEADERS: PEMUDA HARUS PAHAM ROADMAP PERJUANGAN

P3

Jakarta (02/11) – Sekretaris Jenderal Young Islamic Leaders, Agastya Harjunadhi, dalam Sharing Session Grand Opening Islamic Leadership Academy (ILA) Batch 2 yang diadakan Young Islamic Leaders di AQL Islamic Center, mengutarakan pentingnya untuk pemuda dan calon-calon pemimpin agar memahami roadmap perjuangan bangsa dan sejarah bangsanya sendiri.

“Kriteria pemimpin adalah mereka yang kepemimpinannya mampu menjaga agama, jiwa, harta, akal, dan nasab dari suatu peradaban. Pemimpin yang dibutuhkan oleh Indonesia juga harus seorang yang mempunyai determinasi sosial tinggi, yaitu mampu membaca peta perubahan sosial dan peta zaman, serta mempunyai visi pembangunan Indonesia melalui pendidikan, ekonomi, dan geopolitik,” ujarnya dalam sharing session berjudul “Pemuda dan Perubahan” pada sesi pertama Grand Opening ILA Batch 2.

“Pemuda harus paham roadmap perjuangan. Ia harus punya tenaga yang besar dan energi yang kuat, dan juga harus tahu kemana harus ia arahkan energi tersebut,” tuturnya.

Salah satu cara untuk paham roadmap perjuangan adalah memiliki wawasan politik yang luas serta pemahaman atas sejarah bangsa.

“Karena politik adalah simpul yang paling memiliki pengaruh besar kepada bidang-bidang lainnya yaitu ekonomi, hukum, hankam dan lain-lain. Inilah pentingnya kekuasaan. Dan Allah-lah yang akan menjadikan penguasa-penguasa di antara kita, Allah yang memberi kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya,” tandasnya sambil mengutip beberapa ayat Al-Quran, seperti QS Ali Imran ayat 26 dan QS Al An’am ayat 165.

Dalam sesi yang dimaksudkan sebagai pembekalan internalisasi peserta ILA Batch 2 ini, ia juga menegaskan bahwa Young Islamic Leaders dan ILA adalah satu-satunya organisasi kepemimpinan dan program pelatihan kepemimpinan yang menggunakan metode Tadabbur Quran, dengan tentunya juga menggunakan pendekatan kekinian dan kedisinian.

Ia mengungkapkan harapannya bahwa melalui program ILA yang akan berlangsung 7 Ahad ke depan sampai 21 Desember 2014 ini, tercetaklah kader-kader pemuda yang mempunyai dasar ilmu kepemimpinan dan mental yang kuat, dengan kualitas setiap individunya yang mampu memadukan global exposure (wawasan global) dengan grassroots understanding (kearifan lokal).

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya Quranic Worldview untuk dimiliki oleh calon pemimpin Islam. “Ketika kita makan, jangan lagi maknai untuk mengenyangkan perut. Lihatlah proses makan itu sebagai suatu proses yang merubah energi makanan untuk menguatkan tubuh dan akal kita, agar mampu menegakkan agama Allah, mampu berdiri sendiri dan tidak merepotkan orang lain, serta mampu berpikir sendiri untuk mentadabburi ayat-ayat Allah,” ujar pria yang baru-baru ini mewakili Indonesia sebagai Youth Ambassador dalam event konferensi internasional organisasi pemuda dunia Islam yang diadakan di Malaysia dan Turki ini.

 

by: Melita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *