Browse By

TADABBUR LEADERSHIP SERIES #KnowYourEnemy

KAJIAN  TLS  PERDANA

“Syi’ah : Dulu, Kini, dan Nanti”

Ahad, 29 Maret 2015

Bersama Ustadz Haikal  Hassan 

Diselenggarakan oleh  Young Islamic Leaders

 

socmed-1

Young Islamic Leaders – Jakarta, 29 April 2015, Bertempat di Ruang Aula AQL Islamic Center di Jalan Tebet Utara. No. 40, Jakarta Selatan, diselenggarakan kajian Tadabbur Leadership Serries, Know Your Enemy

Syiah : Dulu, Kini, dan Nanti, yang dihadiri oleh 65 Peserta Ikhwan dan 93 peserta Akhwat., dan Total peserta melebih target yaitu 158 orang.

Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia Juwanto, bertindak sebagai MC Sumarlan, dengan moderator Andri,  Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Haikal Hassan,  yang merupakan mantan penganut Syiah. Acara dimulai pukul 16.00 wib  dan selesai sampai dengan Maghrib pukul 18.00 wib.

Pembukaan kajian diawali dengan bacaan hamdallah, syahadatain, shalawat kepada Nabi, berdoa kepada Allah, mendo’akan Rasulullah SAW, para sahabat, tabi tabi‘n.

Mengapa propaganda Syiah dapat dengan mudah ditanamkan di benak setiap orang, karena Syiah memiliki Strategi dan Taktik  Penyebaran ajaran Syiah yang efektif, Berdasarkan kepada 9 konsep untuk mensyiahkan ummat, yaitu dengan :

1-3 KONSEP à LATAR BELAKANG

4-6 KONSEP à MASALALU DAN KINI YANG MEYAKINKAN

7-9 KONSEP à MEMANTAPKAN

Konsep 1 dan 3 : Latar Belakang :

Sebagai taktik awal, ajaran Syiah diawali dengan cara mengungkap latar belakang hal-hal yang masih dapat ditolerir/ diterima oleh semua ummat muslim, yaitu sebab mencintai Nabi SAW mengharuskan agar kecintaan tersebut juga haruslah disertakan dengan kecintaan terhadap keluarga Nabi. Jika ketiga hal tersebut telah tertanam, mudah untuk mengajak empati ummat agar bersedih, disebabkan oleh kedekatan emosional tersebut, dapat menjadi celah pemutaran lah fil KARBALA.

Taktik Syiah

Dalam sejarah, kepala salah satu cucu Nabi Muhammad SAW, Al-Husein dipenggal dan peristiwa tersebut pastinya menimbulkan kesedihan. Dalam ajaran Syiah, kesedihan itu diekspresikan dengan cara yang berlebihan, bahwasannya kesedihan tersebut tidak perlu ditangisi, akan tetapi harus dirasakan. Hal tersebutlah yang kemudian dijadikan dasar napak tilas kumandang kalimat  Labaikkaa yaa husein,  yang  tak hanya terjadi di Iran akan tetapi juga terjadi di Mekkah, saat musim haji berlangsung.

Bismillaah disinilah yang menyesatkan

Syiah memainkan spiritual emosional subconcious mind/ alam bawah sadar yang secara terus menerus diulang-ulang sehingga menjadi kenyataan bahwa peristiwa pembantaian cucu nabi yang dilakukan secara kejam oleh musuh Islam, secara  terus menerus menjadi repetisi/pengulangan sampai akhirnya menciptakan keyakinan, dimulailah kalimat Labbaika Yaa Hussein, hingga merembet kecintaan dan tertanam di alam bawah sadar. Dibalik kegiatan tersebut terdapat pesan yg ingin disampaikan bahwasannya manusia selain cucu nabi semuanya sesat. Padahal faktanya peristiwa Karbala merupakan Peristiwa politik licik yang mengakibatkan konflik, dan dimanfaatkan oleh Abdullah bin Saba’.

Taktik lainnya, terjadi pemelintiran Sejarah bahwa pada peristiwa karbala Yazid lah yang menjadi pembunuhnhya, yang menyebabkan Pemerintaha Muawiyyah  yang tidak sah, padahal faktanya Pembunuhnya adl Amr bin Dzi al-Jausyan & Sinan bin Anas.  Justru Yazid menghukum mrk.

Syiah menegaskan bahwa hanya Ali yang mulia dan seharusnya mengambil alih kekuasaan, padahal semua khilafah punya keunggulan dan kebaikannya masing. Taktik selanjutnya Syiah menegaskan bahwa saat wafatnya Rasulullah, tidak ada yang mengurus nabi kecuali Ali. Menurut Syiah, sahabat  Nabi hanya sibuk mengurus dan memperubtkan kekuasaan.  Dalam hal ini, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwasannya  semua Khulafaur Rasyidin itu hanya haus akan kekuasaan, sehingga dalam hal ini hanya Ali yang benar. Padahal faktanya, bahwa Nabi SAW sendiri yang berwasiat, ketika beliau wafat hanya ahlul baitnyalah  yang memandikan.

Selain hal itu, Syiah juga menjelaskan perihal hadits yang dipelintir, sehingga yang dianggap benar adalah bahwa Ali yang berhak menjadi khalifah sepeninggal nabi Muhammad, bukannya Abubakar, Umar,  atau Ustman,  dan mereka telah kafir akan pesan Nabi di ghadirqum.

Dalam perihal ilmu Hadith, ajaran Syiah mensyiarkan hadits tidak secara keseluruhan. Penganut  Syiah hanya mengambil sebagian haditsnya, memotong-motong hadith di bagian depan dan bagian akhir saja sehingga bersifat menyesatkan. Padahal faktanya semua mukmin harus ridha dengan pemilihan  khilafah baik Ali,Umar, Ustman, dan Abu Bakar.

socmed-3

TOKOH SYIAH BERKATA

PENGHINAAN SYIAH TERHADAP KHILAFAH LAIN SELAIN ALI , tak hanya berasal dari luar negeri, akan tetapi sedang terjadi di Indonesia. Kita harus mewaspadai segala sesuatu yang menyimpang dari ajaran sesat  dan Fitnah Syiah

Beberapa tips yang disampaikan oleh ustadz adalah bahwa kita harus membentengi diri dengan cara, mengajilah dengan ikhlas, Mustahil Rasulullah tak berhasil membentuk khalifah, mendidik istrinya. Syiah mengambil sebagian yang benar dan menutupi yang lain. Jadinya mengada-ada dan fatal.

Rasulullah SAW sendiri berwasiat bahwa : untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka muslim harus berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Nabi SAW
dan Wajib mengikuti sunnah Rasulullah dan Khalifah Rasyidin.

socmed-2

#KnowYourEnemy 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *