Browse By

Tentang Rupiah

Hari ini saya cek di www.bloomberg.com (31/08/2015), 1 USD sudah mencapai Rp 14,067. Dalam salah satu artikel yang berjudul “What To Do Ketika Rupiah Melemah ?” dalam www.geraidinar.com Pak Muhaimin Iqbal menyampaikan bahwa berdasarkan data dari  Pacific Exchange Rate Services sejak 2011 hingga kini, rata-rata bulanan nilai tukar rupiah terus menerus memburuk. Jika dibandingkan dengan kondisi Indonesia pada “puncak krisis” tahun 1997-1998 yang rata-rata gerak tahunannya senilai  Rp 9,000/US$, kini nilai tersebut terus meningkat mencapai Rp 12,550/US$.  Kondisi ini menunjukkan bahwa secara substansi, kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak lebih baik dibandingkan dengan kondisi ekonomi saat Indonesia disebut-sebut berada pada “puncak krisis”. Dari berbagai sumber media sosial, setidaknya sudah ada 10 “tersangka” yang turut “disalahkan” oleh pemerintah Indonesia atas semakin lemahnya rupiah. Berikut ini adalah daftar 10 “tersangka” tersebut:

(1) Salah POLITIK

08/10/2014

Rupiah Kian Terpuruk, Jokowi Salahkan Situasi Politik

http://m.rmolsumsel.com/news.php?id=14746#sthash.4aPwdHPB.dpuf

 

(2) Salah SBY

18/12/2014

Rupiah Melemah Salah SBY

http://nasional.inilah.com/read/detail/2163680/salahkan-sby-pemerintah-lepastangan#sthash.zTHd8w8v.dpuf

 

(3) Salah YUNANI

07/01/2015

Rupiah Kembali Tersungkur, Pemerintah Salahkan Politik Yunani

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150107141317-78-22958/rupiah-kembali-tersungkur-pemerintah-salahkan-politik-yunani/

 

(4) Salah TIONGKOK

02/03/2015

Rupiah Tembus Level 13.000, Menkeu Salahkan Tiongkok

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/03/02/134639326/Rupiah.Tembus.Level.13.000.Menkeu.Salahkan.Tiongkok

 

(5) Salah TKI

11/03/2015

Kecilnya uang kiriman TKI dinilai jadi sebab rupiah rapuh

http://www.merdeka.com/uang/kecilnya-remitansi-tki-dinilai-jadi-sebab-rupiah-rapuh.html

 

(6) Salah MAFIA

21/05/2015

Jokowi: Saya Dikeroyok Mafia Minyak, Mafia Gula, dan Banyak Lagi

http://kaltim.tribunnews.com/2015/05/21/jokowi-saya-dikeroyok-mafia-minyak-mafia-gula-dan-banyak-lagi

 

(7) Salah THE FED

27/07/2015

Rupiah Melemah, Menkeu Terus Salahkan The Fed

http://economy.okezone.com/read/2015/07/27/20/1186010/rupiah-melemah-menkeu-terus-salahkan-the-fed

 

(8) Salah DOLAR

04/8/2015

Rupiah Melemah, BI Salahkan Dolar

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/08/04/nsk0qb377-rupiah-melemah-bi-salahkan-dolar

 

(9) Salah KORSEL-KORUT

24/8/2015

Jokowi Sebut Ekonomi Melambat karena Kisruh Korsel-Korut

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=322199

 

(10) Salah EKONOMI GLOBAL

24/8/2015

Rupiah dan IHSG Anjlok Gila-Gilaan, Jokowi Salahkan Ekonomi Global

https://www.aktual.com/rupiah-dan-ihsg-anjlok-gila-gilaan-jokowi-salahkan-ekonomi-global/

 

Lemahnya nilai tukar rupiah mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat pun semakin menurun. Tak hanya turun saat ini karena harga-harga barang impor menjadi lebih mahal, namun turun juga di masa mendatang karena tabungan ataupun tunjangan hari tua yang disimpan dalam bentuk rupiah berpotensi mengalami penurunan daya beli riil. Mencari siapa yang salah mungkin memang lebih mudah, namun nampaknya tidak akan menyelesaikan masalah. Maka yang perlu dicari adalah alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada. Dalam artikel yang sama, Pak Muhaimin Iqbal menyampaikan bahwa ada beberapa alternatif solusi yang bisa dilakukan. Untuk solusi sementara, dana-dana bersifat jangka panjang sebaiknya dikonversi menjadi aset riil agar nilainya dapat terhindar dari penurunan nilai yang terus menerus. Mungkin memang tidak akan terhindar 100%, namun setidaknya meminimalisir dampak penurunan nilai. Sedangkan untuk alternatif yang lebih permanen adalah dengan merintis jalan untuk berpindah kuadran, dari yang berpenghasilan tetap menjadi tetap berpenghasilan, seperti misalnya menjadi pengusaha ataupun pedagang. Dan yang paling penting, terlepas dari altenatif mana yang dipilih, adalah senantiasa ingat bahwa semestinya kebahagiaan kita tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya nilai tukar rupiah. Terlalu banyak faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi ekonomi suatu negara, termasuk tentang tinggi rendahnya nilai tukar rupiah. Maka sebagai muslim, jangan biarkan kebahagiaan kita digantungkan pada hal-hal semacam ini. Cukuplah keyakinan dalam diri bahwa Allah sudah menjamin rizqi kita, dan Alhamdulillahnya rizqi kita tak hanya tentang banyaknya rupiah yang kita punya. Wallahu’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *